Keanekaragaman hayati di Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia. Tidak kurang 30.000 spesies tumbuhan yang ada di Indonesia, dan 940 diantaranya diketahui berkhasiat sebagai obat. Sebut saja jahe, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, dan kapulaga.
Pemerintah telah menetapkan tiga kategori sediaan obat alami, yaitu Jamu (herbal yang khasiatnya telah diketahui secara empiris dari nenek moyang), Herbal Terstandar (obat herbal terstandarisasi yang khasiat dan keamanannya telah terbukti melalui uji pre-klinis/diujikan pada hewan) serta Fitofarmaka (obat herbal terstandarisasi yang telah terbukti khasiatnya berdasarkan uji klinis/diujikan pada manusia).
Menurut Kepala Poli Obat Tradisional Indonesia RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. Arijanto Jonosewoyo, Sp.PD kepada Kabar Sehat pertengahan Juni lalu, saat ini ada beberapa tanaman obat yang terbukti bisa menyembuhkan penyakit. Contohnya adalah temulawak. Tanaman asli Indonesia ini tidak saja digunakan untuk meningkatkan napsu makan, namun juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada saat haid, serta berfungsi bagi penderita hepatitis.
Saat ini perhatian dunia terhadap obat herbal semakin meningkat. Bahkan beberapa herbal Indonesia telah diekspor ke luar negeri untuk dimanfaatkan sebagai penelitian, dikembangkan diproduksi dan kemudian dipasarkan kembali.
Bahkan di Cina, banyak obat herbal yang telah digunakan di rumah sakit sebagai bagian dari proses pengobatan formal. Sedangkan di Indonesia, model ini sudah diterapkan di Poli Klinik Obat Tradisional Indonesia (OTI), RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Hal ini, tentunya, yang menjadi nilai tambah dari produk obat dan suplemen herbal yakni minimnya efek samping. (Karyanto).
Kabar Sehat, Edisi 002 | Juli-September 2008, hal. 3-4