23 Oktober 2008
Dharma Dexa Ajak Anak Bangsa, Cinta Herbal Indonesia
Belajar mengenal meniran ternyata dapat dilakukan oleh siapapun. Begitupun yang dilakukan oleh tim Dharma Dexa yang memberikan penyuluhan tentang meniran kepada anak-anak pemulung di sekitar wilayah Dumpit, Karawaci, Sabtu, 9 Agustus 2008.
Anak-anak yang dibagikan bendera stimuno segera bersemangat ketika mengetahui bahwa penyuluhan yang diadakan dengan menggunakan media boneka.
Cerita boneka diawali dengan kisah Stimo yang mencari rahasia bagaimana dia bisa berhasil melawan Kuman. Kehebohan terjadi diantara anak-anak yang menyaksikan pertarungan antara Stimo dan Kuman. Supaya bisa berhasil melawan kuman, Stimo diminta untuk mencari tanaman berkhasiat yang dapat membantu daya tahan tubuhnya. Stimo akhirnya mencari dan berhasil menemukan tanaman yang bernama meniran. Melalui tanaman meniran itu, Stimo akhirnya berhasil mengalahkan kuman jahat.
Pada akhir cerita, anak-anak pun diajak untuk belajar mengenal meniran. Contoh tanaman meniran pun diperlihatkan kepada anak-anak. Anak-anak dijelaskan mengenai ciri, lokasi tumbuh dan manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman meniran. Sambil dijelaskan, masing-masing anak diberikan buku serial tanaman herbal Indonesia Edisi Seri Meniran. Melalui buku tersebut, diberikan gambar-gambar informatif yang berisi mengenai tanaman meniran.
Anak-anak yang telah dibagikan buku, langsung diajak untuk mengenal tanaman meniran sambil melihat contoh tanamannya langsung. Para ibu-ibu pun juga ikut mendengarkan, setelah diberikan penyuluhan bahwa tanaman meniran memiliki khasiat untuk membantu menyembuhkan berbagai penyakit.
Para ibu kagum begitu mengetahui bahwa tanaman meniran tersebut merupakan bahan dasar dari stimuno. Setelah diberikan penjelasan, maka para ibu pun berniat untuk menjaga dan merawat tanaman meniran sehingga jika ada salah satu anggota keluarganya yang sakit maka mereka bisa mencoba resep herbal dari tanaman meniran, sebagai tindakan sebelum dibawa ke dokter.
Di akhir sesi, anak-anak bersama relawan pun bernyanyi. Keceriaan terlihat di ekspresi wajah anak-anak. Para relawan pun juga senang karena bisa memberikan ilmu yang semoga bisa bermanfaat dan mendukung kampanye “Aku Cinta Herbal Indonesia”. |