31 Agustus 2009
Flu A, Penyakit Lain Percepat Kematian
Risiko kematian akibat flu A atau H1N1 lebih tinggi terjadi pada pasien flu A dengan faktor eksternal penyakit lain, seperti pneumonia atau radang paru-paru akut, gangguan pernapasan, diabetes, stroke, jantung dan gagal ginjal.
"Flu A mudah menyebabkan kematian bila pasien ada penyakit lain yang akut. Tidak akan menyebabkan kematian bila terjadi pada orang dengan kondisi tubuh sehat," ujar Spesialis Paru Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, FKUI, Faisal Yunus kepada SP di Jakarta, Rabu (26/8). Menurutnya, penyakit yang sudah diderita pasien menyebabkan daya tahan tubuh menjadi rendah, sehingga ketika diserang flu A, kondisinya akan lebih parah dan mudah mengalami infeksi berat. Kelompok yang mudah mengalami daya tahan tubuh rendah juga terjadi pada lansia, anak-anak dan ibu hamil. Kelompok ini perlu mewaspadai penularan flu A.
"Selama ini lebih banyak pneumonia, ini memang berat. Penyakit ini cepat menyebar ke seluruh tubuh, biasa disebut sepsis, yang menyebabkan organ-organ lain juga terkena infeksi. Akhirnya, terjadi peradangan seperti di otak, ginjal, dan hati," jelasnya.
Dia mengatakan, merawat pasien flu A dengan faktor eksternal pneumonia tidaklah ringan. Sebab, tidak hanya cukup dengan memberi obat, tapi juga menjaga asupan gizi dan daya tahan tubuhnya. Untuk mencegahnya, Faisal menyarankan agar kelompok berisiko ini menjaga kebersihan diri, menjaga daya tahan tubuh, dan bila terkena flu langsung memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan yang ada.
"Jangan anggap sepele flu, apalagi kalau ada penyakit infeksi. lebih cepat ditangani lebih baik. Ada yang meninggal karena terlambat diobati," jelasnya. Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia ini menegaskan agar masyarakat tidak terlalu panik dengan kasus flu A. Sebab, flu ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, apabila tidak ada infeksi lain dalam tubuh. Apalagi, sudah status pandemi di mana terjadi pada hampir semua negara di dunia ini. Masyarakat, kata Faisal, justru lebih waspada terhadap penularan flu burung. Kendati pun tingkat penularannya rendah, angka kematiannya tinggi dan bersifat sporadis. "Jadi, kalau bisa flu A tidak perlu dilebihkan, karena rendah sekali angka kematiannya ketimbang flu burung. Kematian flu A hanya 0,4 persen dari 239 kasus, sementara flu burung mencapai 81,75 persen atau 112 meninggal dari 137 kasus," katanya.
Sumber: Harian Suara Pembaruan 31 Agustus 2009 |