27 Februari 2010
Kuatkan Sistem Imun untuk Menghadapi Musim Hujan
Musim hujan nyaris identik dengan musim penyakit. Memasuki masa musim hujan seperti sekarang ini menimbulkan masalah tersendiri bagi kesehatan kita.
Kondisi ini, selain menimbulkan ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Misalnya, penyakit saluran cerna dan gangguan saluran pernapasan. Perubahan nyata musim hujan adalah terjadinya perubahan cuaca yang drastis, kelembaban relatif tinggi, angin bertiup kencang dengan arah yang berubah-ubah, fluktuasi suhu dan kelembaban yang tajam, serta adanya perbedaan suhu yang menyolok antara siang dan malam dengan perbedaan lebih dari 4oC, sehingga memaksa tubuh beradaptasi ekstra keras . Biasanya ketika memasuki musim hujan, penyakit-penyakit infeksi seperti batuk, pilek, sakit perut seperti diare mulai menjangkiti masyarakat, terutama anak-anak. Anak-anak, terutama usia balita, termasuk yang rentan penyakit di musim hujan. Maklum, pertahanan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Ada saja keluhan yang mereka alami. Kadang terlihat sepele dan ringan, tapi tetap saja mengganggu. Jika sudah begini, biasanya antibiotik di pasaran jadi laris. Antibiotik makin dikenal oleh masyarakat karena harganya relatif makin murah dan semakin mudah pula didapatkan di pasaran.
Antibiotik memang bisa membunuh bakteri dengan cepat, namun penggunaan yang tidak tepat malah justru akan membuat bakteri menjadi resisten terhadap antibiotiknya. Sebenarnya tidak semua mikroorganisme harus dibunuh dengan antibiotik. Tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang sangat efektif untuk mengobati infeksi yang ditimbulkan oleh mikroorganisme. Sayangnya, sekarang kita mulai melupakan sistem imun tubuh kita ini dan tergantung pada antibiotik.
SISTEM IMUN Kata imun berasal dari bahasa Latin ‘immunitas’ yang berarti pembebasan atau kekebalan. Istilah ini kemudian berkembang dan berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit terutama penyakit menular. Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun adalah semua mekanisme yang digunakan tubuh untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan berbagai benda asing atau antigen yang ada di sekeliling kita. Zaman dahulu, sebelum antibiotik ditemukan, pengobatan yang paling populer adalah memperkuat daya tahan tubuh penderita dengan memberikan beragam makanan bergizi tinggi dan diberi ramu-ramuan agar tubuh si penderita sendiri yang melawan penyakit yang dideritanya. Namun kondisi sekarang sudah sangat berbeda. Kualitas makanan orang moderen sekarang ini yang banyak mengandung bahan pengawet, udara yang berpolusi tinggi, pencemaran bahan berbahaya di air minum dan makanan dan perubahan gaya hidup akibat tuntutan hidup (stres pikiran) berpengaruh signifikan pada kondisi kekebalan tubuh seseorang. Lalu apa yang harus kita lakukan agar sistem kekebalan tubuh kita kuat dan siaga setiap saat melindungi tubuh kita?
IMUNOMODULATOR Sekarang ini terdapat produk yang dapat mengatur sistem kekebalan tubuh yang dikenal sebagai imunomodulator. Imunomodulator bekerja dengan menguatkan sistem imun (imunostimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imunosupresan) sehingga kekebalan atau daya tahan tubuh selalu optimal menjaga kesehatan tubuh apabila diserang virus, bakteri ataupun mikroba berbahaya lainnya. Imunomodulator dibutuhkan oleh setiap orang yang menghendaki sistem kekebalan tubuhnya tetap optimal khususnya pada kondisi musim hujan seperti sekarang ini. Namun penderita influenza, bronkitis, nyeri tenggorokan, bengkak, demam, hepatitis, tuberkulosis diharapkan mengkonsumsinya setiap saat agar kondisi tubuhnya tidak semakin memburuk. Imunomodulator penting digunakan ketika sistem kekebalan tubuh menurun akibat kelelahan, kurang istirahat, stres, pola makan tidak teratur, kondisi gizi yang buruk dan bila sedang melakukan perjalanan. Selain itu, imunomodulator juga dibutuhkan ketika sedang berjangkit wabah penyakit menular. Orang-orang yang bekerja di tempat-tempat beresiko tinggi seperti petugas kesehatan, petugas bandara atau pelabuhan, berkunjung ke daerah yang terjangkit wabah menular , dan orang-orang yang pekerjaannya harus melakukan kontak dengan penderita infeksi, mutlak diperlukan sistem kekebalan tubuh yang baik. Oleh karena itu pada kondisi ini penggunaan produk-produk yang dapat mengatur sistem kekebalan tubuh (imunomodulator) menjadi optimal merupakan pilihan yang rasional. Imunomodulator dapat digunakan berbarengan dengan pemakaian obat di saat sakit sehingga akan mempercepat proses penyembuhan. Misalnya, jika hanya memakai obat memerlukan waktu dua minggu, maka dengan tambahan imunomodulator cuma memerlukan waktu 10 hari. Jadi memang tidak salah lagi musim hujan adalah musim dimana penyakit-penyakit massal seperti influenza, diare, bronkitis, dan sebagainya semakin giat bermunculan. Kondisi tubuh yang tidak fit tentunya akan semakin mengundang penyakit-penyakit tersebut dengan mudah bersarang ditubuh kita. Jadi sedia payung sebelum hujan, memperkuat sistem kekebalan tubuh tentunya merupakan pencegahan yang paling efektif agar terhindar sakit dimusim hujan. |