27 Februari 2010
Sakit saat bersekolah
“Mama... Aku mau sekolah...”, kata Ami (4 th). Pagi itu, Ami bangun lebih awal dari biasanya. Ibunya yang masih terlelap ditarik-tarik tangannya. Ya, hari itu adalah hari pertama Ami menginjak bangku sekolah. Mama Ami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan hari itu, mulai dari persiapan pemilihan sekolahnya, persiapan seragam, dan mempersiapkan Ami supaya bisa mulai mandiri bersekolah. Tapi anehnya selama sebulan dia mulai bersekolah, Ami sering bersin-bersin, kena flu, batuk pilek sehingga Mama Ami bolak balik menelepon sekolah, minta izin agar Ami tidak bersekolah karena jatuh sakit, malah Ami sendiri yang tidak mau pergi sekolah. Mama Ami pusing dibuatnya, apalagi selama Ami sakit, nafsu makannya juga terganggu dan Mama Ami harus terus menerus mengantar Ami berobat. “Kenapa bisa begini ya ?”, keluh Mama Ami. Saat anak mulai bersekolah, banyak sekali perubahan yang dialami anak. Dari lingkungan yang serba teratur dan terjaga, anak terpaksa beradaptasi untuk menempati lingkungannya yang baru, mulai dari bertemu dengan orang-orang yang baru, seperti supir antar jemput, teman-teman baru, guru-guru, penjaga sekolah, maupun beradaptasi di lingkungan sekolah seperti tempat bermain, lingkungan kelas, dan sebagainya. Adaptasi tersebut selain menimbulkan stress pada anak, juga berpotensi terpapar dengan kuman penyakit, terutama dari interaksi dengan teman-temannya dan dari lingkungan (seperti ventilasi atau AC tertutup). Sebenarnya tubuh memiliki daya tahan yang dijaga oleh sistem imun sehingga tidak setiap kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit. Sistem imun diibaratkan sebagai tentara yang menjaga benteng pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh akan dideteksi oleh sistem imun dan dilumpuhkan sehingga tidak menyebabkan penyakit. Fungsi sistem imun dapat dipengaruhi dari banyak hal, antara lain kondisi gizi tubuh, beban aktivitas, kecukupan istirahat, maupun tingkat stress seseorang. Selain itu, ada hubungan yang jelas antara usia seseorang dengan fungsi sistem imunnya. Pada anak-anak, sistem imun belum berkembang dengan sempurna, sehingga anak masih rentan terkena serangan penyakit. Di samping itu, seringkali di sekolah, aktivitas anak lebih banyak daripada biasanya sehingga kemungkinan terjadi kelelahan yang dapat menurunkan daya tahan tubuhnya, dan pada saat masuk sekolah, anak pun biasanya mengalami tekanan dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah, sehingga sistem imunnya menjadi lebih lemah. Di saat yang bersamaan, interaksi dengan siswa dan orang-orang di lingkungannya yang baru, juga berpotensi membawa kuman penyakit. Saat anak jatuh sakit, anak dapat tertinggal pelajaran dikarenakan konsentrasi belajar yang terganggu dan tidak masuk sekolah. Selain itu, sakit juga dapat membuat nafsu makan anak menurun dan malas beraktivitas, sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Saat anak jatuh sakit, banyak masalah yang dihadapi keluarga. Selain anak bisa tertinggal pelajarannya karena tidak masuk / konsentrasi mengikuti pelajaran, anak juga berpotensi terhambat pertumbuhannya karena nafsu makannya dan kemampuan istirahatnya juga terganggu. Perkembangan anak juga terhambat karena aktivitas anak juga terhambat saat dia jatuh sakit. Apabila anak sering jatuh sakit pada masa pertumbuhan, maka pertumbuhan dan perkembangannya dapat terganggu. Selain itu, tidak baik juga karena anak berulang kali sakit sehingga sering mengkonsumsi obat-obatan terutama antibiotik. Kini dengan cuaca yang semakin tidak menentu akibat pemanasan global, munculnya penyakit-penyakit seperti demam berdarah, flu burung, bahkan influenza H1N1, anak-anak pun semakin besar kemungkinannya untuk terserang penyakit. Oleh karena itu, penting bagi anak untuk memiliki sistem imun yang kuat, salah satunya dengan menggunakan Stimuno untuk menguatkan sistem imun. |